1,7 Juta Bayi Belum Imunisasi Lengkap! Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto: Ingatkan Pentingnya Kesadaran Masyarakat

TUTURPEDIA - 1,7 Juta Bayi Belum Imunisasi Lengkap! Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto: Ingatkan Pentingnya Kesadaran Masyarakat
banner 120x600

Jakarta, Tuturpedia.com – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengingatkan publik untuk tidak terlena dengan penurunan kasus campak yang dilaporkan mencapai 93 persen. Di balik capaian tersebut, tersimpan ancaman serius yang bisa memicu lonjakan kasus di masa mendatang. Selasa, (07/04/2026).

Pada awal tahun ini, kasus campak tercatat sebanyak 2.220 kasus. Meski menunjukkan tren menurun, Edy menegaskan bahwa angka tersebut belum mencerminkan kondisi yang sepenuhnya aman.

“Penurunan kasus tidak serta-merta mencerminkan keamanan. Kita harus jujur melihat bahwa cakupan imunisasi dasar sempat menurun signifikan, terutama saat pandemi Covid-19,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, salah satu persoalan mendasar adalah masih besarnya jumlah anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Dalam periode 2019 hingga 2021, sekitar 1,7 juta bayi di Indonesia tercatat belum menerima imunisasi dasar secara penuh. Kondisi ini dinilai menjadi celah besar bagi penyebaran penyakit menular seperti campak.

Selain itu, capaian vaksinasi Campak-Rubela secara nasional pada 2022 baru mencapai 87,7 persen—masih di bawah target ideal 95 persen. Kesenjangan juga terjadi antarwilayah, di mana daerah di luar Jawa-Bali belum ada yang menembus angka 90 persen. Bahkan di wilayah Jawa-Bali, provinsi besar seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat juga belum mencapai target yang ditetapkan.

Menurut legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah III tersebut, kondisi ini harus menjadi alarm bagi pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat kembali sistem imunisasi nasional.

Edy mengapresiasi langkah pemerintah dalam melakukan program imunisasi kejar. Namun, ia menilai upaya tersebut belum cukup jika tidak diiringi dengan pembenahan sistem secara menyeluruh.

“Pemerintah pusat dan daerah harus bergerak bersama menutup celah distribusi dan pelaksanaan vaksin. Selain itu, pendekatan berbasis komunitas perlu diperkuat agar pencegahan lebih efektif,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi, sekaligus mengatasi keraguan yang masih berkembang.

Edy berharap seluruh elemen, mulai dari pemerintah hingga masyarakat, dapat mengambil peran aktif agar penurunan kasus tidak menjadi jebakan rasa aman.

Dengan cakupan imunisasi yang merata dan sistem kesehatan yang kuat, Indonesia diharapkan mampu melindungi generasi mendatang dari ancaman penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.

tuturpedia.com - 2026